KARAWITAN SEBAGAI TERAPI ANAK AUTIS


KARAWITAN SEBAGAI TERAPI ANAK AUTIS

Memainkan music bukanlah sekedar hiburan mencari kesenangan semata. Tanpa kita sadari alunan music sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membatu kita untuk berkonsentrasi. Johan dalam buku Psikologi Musik  menyebutkan bahwa terapi music adalah penggunaan music sebagai alat terapi untuk memperbaiki, memelihara dan meningkatkan keadaan mental, fisik dan emosi. Terapi music juga merupakan cara yang mudah dan bermanfaat positif bagi tubuh, psikis serta meningktakan daya ingat dan hubungan social.

Beberapa manfaat terapi music antara lain :

  1. Meningktakan kreativitas.
  2. Mengurangi kecemasan.
  3. Meningktakan intelegensi.
  4. Meningkatkan konsentrasi.
  5. Membikin rileks badan.
  6. Membuat emosi jadi lebih positif (senang/gembira).

Terapi music karawitan yang dilaksanakan di SLB Autis Bina Anggita setiap hari selasa dapat dikatakan efektif  karena  sudah mulai terlihat dari sikap anak-anak yang sudah mulai bisa berkomunikasi dengan temannya, dengan bahasa mereka sendiri, tingkat kefokusan yang dimiliki anak menjadi lebih meningkat sehingga tercipta konsentrasi yang baik. Anak yang menikuti kegiatan karawitan dan sudah mampu memainkan alat music  gamelan sekarang bisa menjadi lebih tenang dan cenderung lebih dapat menguasai diri, tidak hiperaktif.  Antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan seni karawitan sangat terlihat ketika saat jadwal latihan karawitan (hari selasa) mereka sudah otomatis ke ruang karawitan setelah kegiatan pagi ceria.

Bermain karawitan  bisa meredam agar anak-anak tidak hiperaktif. Hal ini dapat terlihat ketika sebelum anak-anak bermain karawitan mereka suka berlari-lari kesana kemari, tetapi begitu anak-anak sudah memainkan alat music gamelan, anak-anak  bisa lebih tenang. Anak-anak yang cenderungegois, individualis, tetapi ketika mereka dihadapkan pada music gamelan dan mereka bermain tidak sendiri, mereka benrmain dlam satu tim karawitan, mereka bisa menunjukkan hasil yang menngembirakan karena mereka bisa bermain sangat bagus dan kompak dalam memainkan gamelan menyanikan sebuah tembang jawa.

Konsentrasi anak-anak juga bisa lebih meningkat ketika mereka sedang dalam bermain  karawitan. Ketika anak-anak sedang bermain karawitan bersama dibutuhkan kekompakan antara penabuh yang satu dengan yang lainnya. Anak-anak bisa memahami secara otomatis kapan saatnya mereka harus bermain dalam tempo  pelan  dan kapan mereka harus bermain dalam tempo yang cepat. Kunci bermain karawitan kapan bermain dalam tempo pelan atau cepat ada pada pemain gendangnya.


Kontak Kami